Kamis, 06 Maret 2014

Amalan Ibadah Sedekah merupakan amalan shalih yang mulia


Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam 
mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : 
Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? 
Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan 
dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” 
[HR Thabrani]

Amalan Ibadah Sedekah merupakan amalan shalih yang mulia .
Amalan sedekah merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah 
yang sangat besar nilainya di sisi Allah. 
Banyak sekali ayat dan hadis yang menerangkan tentang keutamaan dan kemuliaan bersedekah, jika sedekah itu dilakukan dengan ikhlas, harta 
yang baik, kerelaan hati dan tidak disertai dengan sikap 
dan kata-kata yang dapat menyakiti penerima sedekah. 

Namun perlu juga diketahui, bahwa sedekah semakin utama jika 
dilakukan dengan  kondisi-kondisi tertentu. 
Berikut adalah diantara hal yang dapat membuat sedekah yang utama 
dan tinggi nilainya di sisi Allah:

a. Hendaknya Sedekah dilakukan secara rahasia ataupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman:


إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. 
Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. 
(QS. Al Baqarah [2]: 271)

Amalan Sedekah akan lebih utama dengan kondisi ini karena ia lebih selamat 
dari riya yang sangat sulit dibendung ketika kita bersedekah. 
Kecuali jika dengan menampakkan sedekah ada kemaslahatan 
yang diinginkan, seperti untuk memberikan contoh kepada orang lain.

b. Sedekah dalam kondisi sehat akan lebih utama.

Dalam kondisi sehat dan segar bugar, sedekah menjadi lebih utama 
karena biasanya manusia cenderung pelit dalam kondisi ini. 
Dalam kondisi sehat dan memiliki harta, ia dapat melakukan banyak sekali keinginan-keinginannya. 
Berbeda jika seseorang memiliki harta namun dalam 
kondisi sakit, apalagi sakit yang parah dan dekat dengan kematian.
Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah 
yang paling besar pahalanya. 

Beliau pun bersabda,


أنْ تَصَدَّقَ وَأنتَ صَحيحٌ شَحيحٌ ، تَخشَى الفَقرَ وتَأمُلُ الغِنَى

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan 
kikir, takut miskin dan menginginkan kekayaan.” 
(Muttafaqun ‘alaih)

c. Sedekah dilakukan di bulan Ramadhan merupakan Kondisi yang baik.
Amal ibadah memiliki nilai tersendiri di bulan Ramadhan. 
Begitu juga dengan sedekah. 
Oleh karena itu, Rasulullah pun memberikan contoh kepada
 umatnya, pada bulan Ramadhan beliau lebih rajin 
bersedekah dari bulan-bulan biasanya.

Ibnu Abbas berkata,

كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أجْوَدَ مَا يَكُونُ في رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْريلُ ، وَكَانَ جِبْريلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – ، حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبرِيلُ أجْوَدُ بالخَيْرِ مِن الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sangat dermawan. 
Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan, ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan dan mengulang Alquran kepada Rasulullah. 
Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bertemu dengan Jibril lebih dermawan dengan harta dari angin yang berhembus.” 
(Muttafaq ‘alaih)

d. Sedekah pada saat dibutuhkan adalah kondisi yang utama pula.
Sedekah juga bernilai lebih tinggi jika sedekah itu memiliki nilai 
kemanfaatan yang besar dan sangat dibutuhkan. 
Oleh karena itu, jika kita ingin bersedekah, hendaknya kita juga memilih 
penerima sedekah atau bentuk sedekah berdasarkan tingkat kebutuhannya. 

Allah berfirman:


أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14) يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ (15) أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ


“Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” 

(QS. Al Balad [90]: 14-16)

6. Sedekah kepada kerabat atau saudara dan tetangga.
Allah telah berwasiat agar setiap muslim menunaikan hak 
kerabat dalam banyak ayat. Allah berfirman,


وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,” 
(QS. Al Isra [17]: 26)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sedekah kepada orang miskin (akan mendapatkan pahala) sedekah, dan sedekah 
kepada keluarga dekat memiliki dua pahala; sedekah dan silaturahmi.” 
(HR Muslim)

Hal di atas beberapa kondisi yang dapat membuat sedekah kita 
menjadi lebih utama, sedekah yang benar dan mudah-mudahan 
Allah memberikan taufiqnya kepada kita semua.  Amin...


Mari Jadi Relawan Yatim dan Dhuafa dengan Share Artikel ini atau dengan Mengirimkan Naskah atau artikel Anda ke Email Admin di : 

ruslihandreas@gmail.com

Kami Juga Menerima Profil dan Alamat Yayasan atau Rumah yatim Yang menampung Anak-anak yatim dan dhuafa di daerah anda , Cantumkan Nama Yayasan atau Rumah yatim , alamat lengkap pengurus dan Rekeningnya atas nama yayasan atau Rumah yatim Kirimkan Daptar yayasan dan Rumah yatim di daerah anda melalui email kami insya allah akan kami Cantumkan di situs ini agar pengunjung kami yang ingin melakukan donasi bisa memberikan Donasi pada Rumah yatim yang ada di daerah pengunjung situs ini . Terimakasih atas kerelaan dan sumbangsih Anda semoga allah membalas niat baik dan sumbangsih anda Amiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di portal situs ( http://sahabatyatimpiatu.blogspot.com ) Kami mengundang anda untuk berpartisipasi dan menggugah anda membantu mereka yang anak -anak yang kurang beruntung hidup di panti asuhan beruntunglah sebagian dari kita ada yang berhati mulia untuk menampung mereka dalam rumah - rumah yatim .! Mari kita dukung mereka yang menaungi anak yatim dan dhuapa Mari kita bantu mereka dengan menjadi donatur untuk rumah-rumah yatim , dengan menjadi donatur sama saja anda telah membantu dan menyayangi anak yatim ...!!! Al Qur’an mengajarkan untuk saling “ berta’awun”tolong menolong dan bantu membantu dalam hal kebaikan (menguntungkan ) dan dilarang untuk bertaawun dalam hal merugikan (kejahatan dan dosa) (Q.S. al Maidah : 2) Hadits menyatakan “ Barang siapa memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (Hr. Bukhori) SEBARKAN PERKENALKAN SITUS KAMI PADA TEMAN DAN SAUDARA ANDA INSYA ALLAH INI AKAN JADI AMAL ANDA JUGA..!! TERIMAKASIH