Rabu, 23 April 2014

KEUTAMAAN SHADAQAH


Sedekah merupakan penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; bagai sebutir benih yang ditanam akan menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu terjurai seratus biji. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah  adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al Baqarah: 261).
Selain itu seorang hamba akan mencapai hakikat kebaikan dengan sedekah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:


Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92)
Tapi, entah mengapa sebagian manusia justru merasa berat dan susah jika menyisihkan sebagian harta dan perhiasan-perhiasan duniawi yang mereka miliki. Harta yang dikumpulkan dengan susah payah itu, dianggap sebagai miliknya dan tidak ada untungnya jika harus dibagi atau diberikan kepada orang lain. Alasannya takut merugi dan kehilangan jika harus membagi sebagian harta yang telah dikumpulkannya itu. Padahal, dalam setiap harta yang dikumpulkan seseorang, ada hak bagi mereka yang memerlukan dan membutuhkan adalah satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang patut diamalkan.
Tetapi, sifat kikir, merasa rugi dan juga takut miskin kerap menjadi penghalang bagi seseorang untuk membagikan hartanya yang dimiliki, apalagi sesuatu yang amat dicintai. Padahal, di balik uluran tangan atau menyedekahkan harta itu ada keutamaan yang Allah Subhanahu wa Ta’alajanjikan. Apa keutamaan dari janji itu ketika seseorang ringan tangan dalam bersedekah?
Ali bin Muhammad Ad-Dahhami dalam buku Sedekahlah, Maka Kau Akan Kaya (Daar An-Naba’:2007) membeberkan keutamaan sedekah dan faedahnya yang digali dari beberapa hadits. Adapun keutamaan itu antara lain; sedekah dapat memadamkan kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dapat menghapus kesalahan, perisai dari api neraka, mengobati penyakit hati, menolak berbagai macam bala’, melipatgandakan pahala, dan masih banyak lagi. Beliau juga menerangkan bagaimana cara melaksanakan sedekah yang paling utama, adab-adab dalam bersedekah, serta beberapa contoh dan teladan dalam bersedekah.
Selain itu, sedekah juga bisa menambahkan kekayaan. Bahkan orang yang bersedekah di waktu pagi, maka dia akan diselamatkan dari bencana alam sepanjang hari itu. Dan jika orang bersedekah pada permulaan malam, dia akan diselamatkan dari bencana disepanjang malam. Dengan sedekah, sakit pun bisa sembuh. Karena itu, kalau orang memenuhi kebutuhan rumah tangga seorang Muslim, menyelamatkan mereka dari kelaparan, memberi mereka pakaian dan melindungi kehormatan mereka, amalnya lebih baik dibandingkan berhaji sebanyak tujuh kali. Padahal, berhaji itu lebih baik dibandingkan dengan memerdekakan tujuh puluh budak dan orang yang membebaskan budak, maka Allah akan membebaskan setiap tubuhnya dari api neraka untuk satu anggota tubuh seorang budak yang dibebaskan itu.
Karena itulah, kita tak lagi asing mendengar kisah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat ringan tangan dalam bersedekah. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu’anhutelah menginfakkan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan, dan Umar Radhiallahu’anhumenginfakkan separoh hartanya, sedangkan Utsman Radhiallahu’anhu menyiapkan bekal seluruh pasukan al-‘usrah. Jika kita merasa berat dengan sedekah harta, ada banyak bentuk sedekah lain yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa “Senyum dihadapan saudaramu adalah sedekah” (Riwayat Muslim).
Nah, semoga kita dapat meneladani apa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya untuk mendapatkan balasan yang sudah dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sejumlah keutamaan di balik sedekah itu. Amin!!

Senin, 17 Maret 2014

Do'a agar cepat dapat memiliki rumah


Di riwayatkan dari alhabib tohir alkaff,beliau mendapatkan
dari alhabib thohir bin muhammad bin sholeh alhamid(tanggul),,,
beliau berkata ini do'a dari alhabib sholeh tanggul,,,

Allahhumma robbal bait
As aluka bijahi ahlil bait
An tuyassiro li khoiro bait
Hatta la naqul ya lait.

Ya allah engkau pemilik baitullah
Aku memohon dengan wasilah ahlil bait rosulallah
Agar engkau mudahkan untukku sebaik2nya rumah.
Sehigga aku tidak mengucap seandainya aku
punya rumah,,,

Doa biar cepat punya rumah..

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺭﺏ ﺍﻟﺒﻴﺖ
ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺑﺠﺎﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ
ﺃﻥ ﺗﻴﺴﺮ ﻟﻲ ﺧﻴﺮ ﺑﻴﺖ
ﺣﺘﻰ ﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﻟﻴﺖ

InsyaAllah tidak sampai setahun kita sudah diberi
rezeki rumah.

Jangan Lupa biasakan memberi sedekah untuk anak yatim minimal memberinya  sekedar jajan dan usap kepalanya dengan penuh kasih sayang  .

Ijazah dari habib zein bin semith 

Kamis, 06 Maret 2014

Ibumu telah berjuang dengan keringat dan darahnya , setimpalkah pemberianmu padanya ..?


Seorang akademisi muda yang cerdas melamar untuk posisi manajerial disebuah perusahaan besar. Dia lulus pada interview tahap pertama, dan tahap selanjutnya adalah interview dengan jajaran direksi. 

Sang direktur menemukan prestasi-prestasi cemerlang 
anak muda tersebut pada masa sekolah hingga kuliahnya. 

Melihat prestasi-prestasi tersebut, sang direktur pun bertanya:
 “Apakah Anda menerima beasiswa untuk biaya sekolah dan kuliah?”.
Anak muda itu menjawab : “Tidak pak….!”
Direktur bertanya lagi : “Apakah ayah Anda yang membayar biaya sekolah Anda?”.
Anak muda itu menjawab : “Ayah saya telah meninggal dunia ketika saya baru berumur satu tahun. Seluruh biaya sekolah saya dibayarkan oleh Ibu saya..”
Lalu Direktur bertanya lagi : “Di mana ibumu bekerja?”

Dan anak muda itu menjawab : 
“Ibu saya bekerja sebagai seorang pencuci pakaian…”
Direktur itu meminta anak muda tersebut untuk menunjukkan tangannya. 

Dan anak muda itu memperlihatkan kedua tangannya yang sempurna dengan telapak tangan yang sangat halus.
Melihat itu Direktur bertanya lagi : “Pernahkah Anda membantu ibu Anda mencuci pakaian sebelumnya?”
Anak muda itu menjawab : “Tidak pernah pak. Ibu saya selalu menginginkan saya belajar dan membaca banyak buku. 
Lagi pula, Ibu mencuci baju jauh lebih cepat ketimbang saya”.

Direktur tersebut kemudian berkata : “Saya punya satu permintaan. 
Sekarang anda pulang dan ketika nanti anda sampai di rumah, cuci 
dan bersihkan tangan ibumu, kemudian temui saya besok pagi”.

Anak muda tersebut merasa kesempatannya mendapat pekerjaan tersebut sangat besar. Karena itu ketika dia sampai di rumah, dengan begitu gembira ia meminta izin kepada ibunya agar ia boleh mencuci tangan beliau. 


Ibunya merasa sedikit asing, aneh, juga bahagia dan perasaan-perasaan lainnya bercampur jadi satu. Sang Ibu kemudian memberikan kedua tangannya kepada sang anak. 
Lalu anak muda tersebut membersihkan tangan Sang Ibu dengan perlahan.

Airmatanya mulai menetes saat itu. Ini pertama kalinya ia menyadari bahwa tangan ibunya sudah penuh dengan kerutan, dan terdapat banyak memar dan kapalan di sana sini . Beberapa memar sepertinya terasa begitu sakit, sampai-sampai Sang Ibu menggigil ketika memar tersebut dibersihkan.

Ini pertama kalinya anak muda tersebut menyadari bahwa kedua tangan yang sedang dibersihkan inilah yang digunakan Sang Ibu setiap hari untuk mencuci pakaian banyak orang, sehingga Sang Ibu dapat membiayai biaya sekolah anaknya.
Memar-memar dan kapalan yang ada di tangan Sang Ibu adalah harga yang harus dibayar atas kelulusan anak tersebut, atas prestasinya yang luar biasa, dan untuk masa depannya.
Setelah selesai mencuci tangan Sang Ibu, anak muda tersebut diam-diam mencuci sisa baju yang belum sempat dicuci oleh ibunya. 
Dan malam itu, anak dan ibu tersebut berbincang sangat lama sekali. 

Besok paginya, anak muda tersebut bergegas menemui sang direktur.
Direktur tersebut menangkap airmata di wajah anak muda tersebut. Ia pun kemudian bertanya : “Bisa Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan kemarin dan apa pelajaran yang Anda dapat dari sana ?”Anak muda tersebut menjawab : “Saya mencuci tangan Ibu saya, dan kemudian saya menyelesaikan sisa cucian Ibu yang belum tercuci “.

“Tolong ceritakan perasaan Anda ketika itu” ujar Direktur lagi.
Lalu anak muda itu menjawab : ” Pertama, saya sekarang tahu apa arti apresiasi. Tanpa ibu saya, tidak akan pernah ada seorang saya hari ini. 
Kedua, saya baru menyadari betapa sulit dan beratnya Ibu menjalani pekerjaannya. 

Dan dengan bekerja membantu Ibu, ternyata pekerjaan itu dapat meringankan beban Ibu. Ketiga, saya datang hari ini untuk mengapresiasi betapa penting dan bernilainya hubungan keluarga”.

Mendengar itu lalu Direktur tersebut berkata : 
“Inilah yang saya cari dari seorang calon pemimpin. 
Saya ingin merekrut seseorang yang dapat mengapresiasi dan menghargai bantuan orang lain, seseorang yang tahu persis perjuangan orang lain untuk mengerjakan sesuatu, dan seseorang yang tidak akan menempatkan uang sebagai tujuan hidup satu-satunya.
Oleh karena itu mulai hari ini anda diterima bekerja disini…!”

Syukuri walau itu terasa pahit



Seringkali kita menuduh Allah SWT kejam, tidak adil hanya karena Dia kasih musibah yang membuat hati kita terluka dan hidup seolah tak ada artinya. 

Padahal Allah SWT selalu punya rencana terbaik untuk hidup kita.Musibah yang saat ini terasa menyakitkan kadang bisa menjadi berkah untuk 
masa depan yang lebih 

Sebuah kecelakaan kapal laut membuat seorang penumpang yang bertahan hidup terdampar di sebuah pulau tanpa penghuni. Pulau tersebut hanya ditumbuhi tanaman.

Sang penumpang yang selamat percaya bahwa ini adalah keajaiban, walaupun dia tahu bahwa ribuan kilometer disana, koran dan televisi mengabarkan bahwa 
tidak ada korban yang selamat dari musibah tersebut.

Beberapa helikopter terbang di atas pulau, tetapi pria itu terlalu kecil untuk dilihat dari langit. Sia-sia usahanya berteriak atau melompat-lompat sambil melambaikan tangan.

Sang pria tidak patah semangat, dia percaya bahwa suatu saat, dia akan bertemu kembali dengan keluarganya. Berminggu-minggu sang pria membiasakan diri hidup seorang diri di pulau tersebut.Dia hanya makan buah-buahan dan beberapa ikan yang berhasil ditangkap. 

Sedikit demi sedikit, sang pria mengumpulkan kayu dan pelepah agar bisa dibuat pondok kecil. Pondok yang bisa melindunginya dari sengatan matahari dan hujan.
Bulan berganti bulan, kulit sang pria makin hitam. 
Jenggotnya makin panjang dan tampak tak terawat. 
Tetapi dia berhasil membangun sebuah pondok kayu kecil.
Ini adalah berkah yang sangat ia syukuri. 


Hingga pada suatu hari, panas matahari membuat api mudah memercik dari ranting dan kayu yang bergesekan. Pondok kayu kecil sang pria habis terbakar.
Sang pria menangis sejadi-jadinya. 
Semangatnya mulai luntur, dia mulai menyalahkan Yang Maha Kuasa.
‘‘Mengapa Engkau beri cobaan seberat ini padaku...!!!’’(ujarnya dalam isak tangis.)

Bukan hal yang mudah lebih dari setahun menjalani hidup seorang diri di pulau ini. Sang pria merindukan istri dan anak²nya. Mungkin mereka sudah berpikir bahwa suami dan ayah mereka meninggal dunia. Saat ini, anak² sang pria pasti sudah besar.

Kesabaran sang pria habis saat pondok yang dia bangun dengan susah payah habis terbakar. Tuhan sangat jahat, memberi cobaan seberat ini, begitu pikirnya.
Saat meratapi pondok yang terbakar.

Namun tiba-tiba ada suara helikopter yang mendekat, makin lama makin kencang dan mendarat di pulau tersebut. 
Dua orang pria turun dari helikopter dan langsung menghampiri sang pria. 

Pria dengan tubuh tak terawat itu langsung menangis, akhirnya bantuan datang. 
Doanya setiap malam akhirnya terkabul.

‘‘Syukurlah Anda masih hidup pak...!!!’’ (ujar sang pengemudi helikopter.)

‘‘Kami melihat ada api yang terbakar saat sedang berpatroli, sehingga kami 
mendarat di pulau ini...!!!’’ (lanjut sang pengemudi helikopter.)

Sang pria langsung menangis, dia menyesal sudah menuduh Allah SWT sangat kejam. Ternyata Api yang berasal dari pondok yang terbakar adalah sinyal bagi helikopter untuk mendarat. Akhirnya sang pria pulang ke rumah dan menjadi orang yang selalu bersyukur. Musibah apapun yang dihadapi, dia anggap sebagai rencana Allah 
yang terbaik untuknya. 

Subhanallah........

Mudah-mudahan ini bisa jadi motivasi sebarkanlah artikel ini .

Amalan Ibadah Sedekah merupakan amalan shalih yang mulia


Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam 
mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : 
Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? 
Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan 
dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” 
[HR Thabrani]

Amalan Ibadah Sedekah merupakan amalan shalih yang mulia .
Amalan sedekah merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah 
yang sangat besar nilainya di sisi Allah. 
Banyak sekali ayat dan hadis yang menerangkan tentang keutamaan dan kemuliaan bersedekah, jika sedekah itu dilakukan dengan ikhlas, harta 
yang baik, kerelaan hati dan tidak disertai dengan sikap 
dan kata-kata yang dapat menyakiti penerima sedekah. 

Namun perlu juga diketahui, bahwa sedekah semakin utama jika 
dilakukan dengan  kondisi-kondisi tertentu. 
Berikut adalah diantara hal yang dapat membuat sedekah yang utama 
dan tinggi nilainya di sisi Allah:

a. Hendaknya Sedekah dilakukan secara rahasia ataupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman:


إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. 
Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. 
(QS. Al Baqarah [2]: 271)

Amalan Sedekah akan lebih utama dengan kondisi ini karena ia lebih selamat 
dari riya yang sangat sulit dibendung ketika kita bersedekah. 
Kecuali jika dengan menampakkan sedekah ada kemaslahatan 
yang diinginkan, seperti untuk memberikan contoh kepada orang lain.

b. Sedekah dalam kondisi sehat akan lebih utama.

Dalam kondisi sehat dan segar bugar, sedekah menjadi lebih utama 
karena biasanya manusia cenderung pelit dalam kondisi ini. 
Dalam kondisi sehat dan memiliki harta, ia dapat melakukan banyak sekali keinginan-keinginannya. 
Berbeda jika seseorang memiliki harta namun dalam 
kondisi sakit, apalagi sakit yang parah dan dekat dengan kematian.
Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah 
yang paling besar pahalanya. 

Beliau pun bersabda,


أنْ تَصَدَّقَ وَأنتَ صَحيحٌ شَحيحٌ ، تَخشَى الفَقرَ وتَأمُلُ الغِنَى

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan 
kikir, takut miskin dan menginginkan kekayaan.” 
(Muttafaqun ‘alaih)

c. Sedekah dilakukan di bulan Ramadhan merupakan Kondisi yang baik.
Amal ibadah memiliki nilai tersendiri di bulan Ramadhan. 
Begitu juga dengan sedekah. 
Oleh karena itu, Rasulullah pun memberikan contoh kepada
 umatnya, pada bulan Ramadhan beliau lebih rajin 
bersedekah dari bulan-bulan biasanya.

Ibnu Abbas berkata,

كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أجْوَدَ مَا يَكُونُ في رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْريلُ ، وَكَانَ جِبْريلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – ، حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبرِيلُ أجْوَدُ بالخَيْرِ مِن الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sangat dermawan. 
Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan, ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan dan mengulang Alquran kepada Rasulullah. 
Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bertemu dengan Jibril lebih dermawan dengan harta dari angin yang berhembus.” 
(Muttafaq ‘alaih)

d. Sedekah pada saat dibutuhkan adalah kondisi yang utama pula.
Sedekah juga bernilai lebih tinggi jika sedekah itu memiliki nilai 
kemanfaatan yang besar dan sangat dibutuhkan. 
Oleh karena itu, jika kita ingin bersedekah, hendaknya kita juga memilih 
penerima sedekah atau bentuk sedekah berdasarkan tingkat kebutuhannya. 

Allah berfirman:


أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14) يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ (15) أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ


“Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” 

(QS. Al Balad [90]: 14-16)

6. Sedekah kepada kerabat atau saudara dan tetangga.
Allah telah berwasiat agar setiap muslim menunaikan hak 
kerabat dalam banyak ayat. Allah berfirman,


وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,” 
(QS. Al Isra [17]: 26)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sedekah kepada orang miskin (akan mendapatkan pahala) sedekah, dan sedekah 
kepada keluarga dekat memiliki dua pahala; sedekah dan silaturahmi.” 
(HR Muslim)

Hal di atas beberapa kondisi yang dapat membuat sedekah kita 
menjadi lebih utama, sedekah yang benar dan mudah-mudahan 
Allah memberikan taufiqnya kepada kita semua.  Amin...


Mari Jadi Relawan Yatim dan Dhuafa dengan Share Artikel ini atau dengan Mengirimkan Naskah atau artikel Anda ke Email Admin di : 

ruslihandreas@gmail.com

Kami Juga Menerima Profil dan Alamat Yayasan atau Rumah yatim Yang menampung Anak-anak yatim dan dhuafa di daerah anda , Cantumkan Nama Yayasan atau Rumah yatim , alamat lengkap pengurus dan Rekeningnya atas nama yayasan atau Rumah yatim Kirimkan Daptar yayasan dan Rumah yatim di daerah anda melalui email kami insya allah akan kami Cantumkan di situs ini agar pengunjung kami yang ingin melakukan donasi bisa memberikan Donasi pada Rumah yatim yang ada di daerah pengunjung situs ini . Terimakasih atas kerelaan dan sumbangsih Anda semoga allah membalas niat baik dan sumbangsih anda Amiin...

Selamat datang di portal situs ( http://sahabatyatimpiatu.blogspot.com ) Kami mengundang anda untuk berpartisipasi dan menggugah anda membantu mereka yang anak -anak yang kurang beruntung hidup di panti asuhan beruntunglah sebagian dari kita ada yang berhati mulia untuk menampung mereka dalam rumah - rumah yatim .! Mari kita dukung mereka yang menaungi anak yatim dan dhuapa Mari kita bantu mereka dengan menjadi donatur untuk rumah-rumah yatim , dengan menjadi donatur sama saja anda telah membantu dan menyayangi anak yatim ...!!! Al Qur’an mengajarkan untuk saling “ berta’awun”tolong menolong dan bantu membantu dalam hal kebaikan (menguntungkan ) dan dilarang untuk bertaawun dalam hal merugikan (kejahatan dan dosa) (Q.S. al Maidah : 2) Hadits menyatakan “ Barang siapa memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (Hr. Bukhori) SEBARKAN PERKENALKAN SITUS KAMI PADA TEMAN DAN SAUDARA ANDA INSYA ALLAH INI AKAN JADI AMAL ANDA JUGA..!! TERIMAKASIH